Lewati ke konten utama

Dilla Wahid

Dilla Wahid tersenyum, mengenakan kemeja dengan lengan batik

Saya menemani kamu memahami diri, sebelum kamu memilih arah.

Mungkin bukan kariermu yang salah.

Mungkin kamu sudah tumbuh, sementara cara lama melihat pekerjaanmu belum ikut berubah.

“Saya sebenarnya baik-baik saja. Jadi kenapa rasanya ada yang kurang?”

“Pilihan saya banyak, tapi tidak ada yang terasa benar-benar pas.”

“Saya tahu apa yang orang lain harapkan. Saya belum yakin apa yang saya inginkan.”

Perempuan profesional duduk tenang sambil memikirkan arah kariernya

Kamu tidak harus langsung menemukan jawabannya.

Kadang yang dibutuhkan bukan nasihat baru. Kita hanya perlu berhenti sebentar, merapikan suara di kepala, lalu melihat diri sendiri tanpa buru-buru menyimpulkan.

pelan-pelan juga boleh

Sedikit tentang saya

Saya suka mendengarkan hal-hal yang sering terlewat.

Bukan hanya apa yang kamu ceritakan, tetapi juga pola, konteks, dan pertanyaan yang muncul di baliknya.

Saya bekerja sebagai konsultan karier dan Certified Handwriting Analyst metode KAROHS. Pengalaman di rekrutmen, pengelolaan tim, edukasi, dan operasional membantu saya memahami manusia sekaligus realitas dunia kerja.

Saya juga pernah memulai dari rasa skeptis. Mungkin itu sebabnya saya tidak tertarik pada kesimpulan cepat atau label tunggal. Saya lebih percaya pada proses yang teliti, percakapan yang jujur, dan ruang yang membuat kamu tetap menjadi pemilik keputusanmu.

Kenal lebih dekat

Kita melihatnya bersama, satu lapis demi satu lapis.

Saya menggunakan percakapan dan analisis tulisan tangan sebagai bahan untuk memahami pola, bukan sebagai vonis tentang siapa dirimu.

Tangan seorang perempuan menulis refleksi di atas kertas

Kamu bercerita

Kita mulai dari situasi yang sedang kamu hadapi, termasuk bagian yang masih sulit kamu jelaskan.

Saya membantu membaca pola

Kita membuka kecenderungan yang relevan tanpa merangkum dirimu menjadi satu label.

Kita menghubungkan konteks

Temuan dibicarakan bersama pengalaman, lingkungan kerja, kebutuhan, dan tujuanmu.

Kamu menentukan langkah

Kamu pulang dengan bahasa dan pertimbangan yang lebih jelas untuk mengambil keputusan sendiri.

Bukan jawaban mutlak. Sesuatu yang lebih berguna.

Kamu mungkin pulang dengan cara baru untuk menjelaskan dirimu, memahami rasa tidak cocok, dan membandingkan pilihan dengan lebih tenang.

Dua perempuan berbincang dengan tenang dan saling mendengarkan

“Saya ingin kamu merasa didengar, bukan sedang dinilai.”

Dilla

Keputusan tetap milikmu.

Temuan selalu dibaca bersama konteks.

Kedalaman tidak harus terasa rumit.

Sebelum kita mulai

Hal-hal yang mungkin ingin kamu tanyakan.

Kamu berhak memahami prosesnya lebih dulu, lalu memutuskan apakah sesi ini memang terasa tepat.

Mungkin kita bisa mulai dari satu percakapan.

Ceritakan apa yang sedang terasa rumit. Kita lihat bersama apakah saya orang yang tepat untuk menemanimu.

Kalau kamu sudah lama memikirkan hal yang sama

Mulai ngobrol
Scroll to Top